Tampilkan postingan dengan label Admin Server. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Admin Server. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Juli 2012

Laporan Captive Portal menggunakan Coova Chili, FreeRadius, CakePHP dan YFI PHP

Diposting oleh Inge Yulensa Putri di 7/02/2012 05:13:00 PM 0 komentar

Kamis, 31 Mei 2012

Laporan Monitoring Tools menggunakan Zabbix

Diposting oleh Inge Yulensa Putri di 5/31/2012 08:41:00 PM 0 komentar

Laporan Monitoring Tools (IpTraf, TCPDump, Jnetmap dan The Dude)

Diposting oleh Inge Yulensa Putri di 5/31/2012 08:27:00 PM 0 komentar

Minggu, 13 Mei 2012

Update repository, Konfigurasi DNS, Mail Server dan Web Server menggunakan OS Slackware

Diposting oleh Inge Yulensa Putri di 5/13/2012 08:23:00 PM 0 komentar

Minggu, 15 April 2012

Konfigurasi Slarckware (Bind, DNS, Web Server)

Diposting oleh Inge Yulensa Putri di 4/15/2012 02:13:00 PM 0 komentar

Sabtu, 14 April 2012

Laporan HTB Ubuntu

Diposting oleh Inge Yulensa Putri di 4/14/2012 08:02:00 PM 0 komentar

Senin, 09 April 2012

Laporan IDS Snort

Diposting oleh Inge Yulensa Putri di 4/09/2012 07:54:00 PM 0 komentar

Minggu, 01 April 2012

Laporan HTB Queue Tree Mikrotik

Diposting oleh Inge Yulensa Putri di 4/01/2012 07:48:00 PM 0 komentar

Minggu, 05 Februari 2012

Proxy Delay Pools

Diposting oleh Inge Yulensa Putri di 2/05/2012 07:44:00 PM 0 komentar

Proxy Filtering

Diposting oleh Inge Yulensa Putri di 2/05/2012 07:34:00 PM 0 komentar

Proxy Authentication

Diposting oleh Inge Yulensa Putri di 2/05/2012 07:13:00 PM 0 komentar

Sabtu, 21 Januari 2012

PROXY

Diposting oleh Inge Yulensa Putri di 1/21/2012 07:28:00 AM 0 komentar
Proxy adalah bagian dari aplikasi firewall yang berfungsi memfilter atau memberikan layanan internet dan terletak diantara cient dan internet.

jenis-jenis proxy:

1. Webproxy
2. Proxy network
3. Software proxy
4. OpeAn proxy


Apa Fungsi Utama dari Proxy ?
  • Conecting Sharing
  • Filtering
  • Caching

Conecting sharing :
Fungsi Proxy disini adalah penghubung atau perantara pengambilan data dari suatu IP dan dihantarkan ke IP lain ataupun ke IP komputer kita.

Filtering :
Beberapa proxy dilengkapi juga dengan firewall yang mampu memblokir atau menutup alamatnya suatu IP yang tidak diinginkan, sehingga beberapa website tidak bisa diakses dengan menggunakan proxy tersebut.

Caching :
Artinya menyimpan proxy juga dilengkapi media penyimpanan data suatu website dari query atau permintaan akses pengguna, jadi misalkan permintaan mengkases suatu website bisa lebih cepat apabila sudah terdapat permintaan akses ke suatu website pada pengguna proxy sebelumnya.

Ada 2 macam proxy yang populer digunakan yaitu :
  • Proxy Tranparent
  • Proxy Animouse

Proxy Tranparent :

Lebih mengutamakan fungsi sebagai kurir atau perantara pengambilan data. Biasanya proxy Tranparents ini bisa kita gunakan untuk mempercepat akses ke suatu website. Akan tetapi kalau kita menggunakan proxy Transparen ini IP kita tetap bisa terdeteksi atau terbaca pada server IP yang kita akses datanya dengan metode pelacakan IP yang lebih rumit.

Proxy Animouse :

Dengan Proxy Animouse selain sebagai perantara, proxy ini juga akan memblokir data IP kita sehingga IP sebenarnya kita tidak bisa dibaca oleh server website yang kita ambil atau kita akses datanya, dan yang terbaca pada server website adalah IP Proxy tersebut. Tapi biasanya kecepatan akses lebih lambat dari pada Proxy Transparent.

Beberapa Keuntungan dari Penggunaan memakai Proxy antara lain :

Proxy bisa menyembunyikan identitas IP anda.
Mempercepat akses ke suatu website.
Dapat digunakan untuk mengakses suatu website atau IP yang diblokir oleh Penyedia ISP atau Penyedia jaringan Internet tertentu (Dengan Proxy Tertentu )
Proxy dapat digunakan untuk memblokir akses ke suatu IP atau website ( Dengan Proxy tertentu )
Meningkatkan Privacy atau keamanan karena proxy ini akan menfilter cookies yang tidak diinginkan dan tersimpan dalam keadaan ter- encrypsi ( Proxy Tertentu)

Adapun keuntungan dari penggunaan diatas tetap tergantung dari spesifikasi, jenis dan kualitas Proxy yang anda gunakan. Jadi tidak semua proxy bisa difungsikan untuk hal diatas.


Bagaimana Cara Kerja Proxy?

Proxy server bekerja dengan mendengarkan request dari client internal dan mengirim request tersebut ke jaringan eksternal seolah-olah proxy server itu sendiri yang menjadi client. Pada waktu proxy server menerima respon dan server publik, ia memberikan respon tersebut ke client yang asli seolah-olah ia public server.




Sumber:
http://www.esc-creation.com/tag/definisi-dan-arti-dari-proxy/
http://www.ranyliq.com/pengenalan-situs-proxy-bagian-1/
http://www.netrix.web.id/penjelasan-proxy-server/

Sabtu, 05 November 2011

Mail Server

Diposting oleh Inge Yulensa Putri di 11/05/2011 02:10:00 PM 0 komentar
Mail Server adalah suatu entitas berupa komputer yang bertindak sebagai sebuah server (penyedia layanan) dalam jaringan komputer / internet, serta memiliki fungsi untuk melakukan penyimpanan (storing) dan distribusi yang berupa pengiriman (sending), penjaluran (routing), dan penerimaan (receiving) e-mail. Mail Server berjalan dengan beberapa protokol pada TCP/IP, yakni SMTP (port 25), POP3 (port 110), dan IMAP (port 143). Mail Server memiliki tiga komponen utama yang menyusunnya, yakni Mail Transfer Agent (MTA), Mail Delivery Agent (MDA), dan Mail User Agent (MUA). MTA bertugas mengatur pengiriman dan penerimaan e-mail, MDA bertugas mengatur pengiriman e-mail ke alamat yang sesuai pada jaringan lokal, sementara MUA bertugas untuk menjadi antarmuka yang menghubungkan user dengan Mail Server.

Proses cara kerja mail server


Proses pengiriman e-mail pada jaringan local


Proses pengiriman e-mail ke jaringan luar


Berikut adalah komponen yang dibutuhkan untuk melakukan setup Email Server secara lengkap :

1. SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) Server, digunakan untuk mengirim email baik dari dalam (internal) keluar (eksternal) maupun sebaliknya. Bisa menggunakan Postfix, QMail, Exim, Sendmail dan lain-lain.


2. POP (Post Office Protocol) Server, biasanya menggunakan POP3, digunakan untuk proses penyimpanan email yang nantinya akan diambil oleh email client.

3. IMAP (Internet Message Access Protocol), protokol yang memperbolehkan pengambilan email tanpa harus didownload ke email client. Contoh penggunaan IMAP yang paling sering adalah akses web mail.

4. Fetchmail, Aplikasi yang digunakan untuk mengambil email dari server lain dan mendistribusikannya kepada member email server internal

5. Procmail, aplikasi untuk mendistribusikan email kepada member yang sesuai. Untuk setting standar, fungsi Procmail sudah disediakan oleh Fetchmail



referensi :

http://journal.uii.ac.id/index.php/Snati/article/view/400/315

http://irbabul.blogspot.com/2008/11/fetchmail-aplikasi-penting-dalam-mail.html

Rabu, 21 September 2011

Stealth DNS

Diposting oleh Inge Yulensa Putri di 9/21/2011 07:48:00 PM 0 komentar
Stealth DNS atau Split DNS merupakan suatu metode yang memungkinkan DNS server untuk memberikan answer yang berbeda pada client yang berbeda untuk sebuah pertanyaan yang sama. Alasan metode ini adalah memungkinkannya pemberian nama DNS untuk komputer-komputer yang berada pada jaringan lokal pada satu DNS server tanpa harus terresolve dari dunia luar.
pembedanya adalah dengan membuat beberapa view dan mendaftarkan alamat network yang bersesuaian dengan view tersebut. Masing-masing view mempunyai definisi DNS zone sendiri, dan data dari zone itulah yang digunakan untuk menjawab query si client.
yang pasti menggunakan Bind9

Skenario Kasus

Networking House "4linux" mempunyai komputer dengan IP publik, dan beberapa komputer lain dalam jaringan lokal. Domain yang harus bisa diresolve dari jaringan internet adalah www.4linux.com, mail.4linux.com, dan ns.4linux.com. Kemudian beberapa domain yang digunakan untuk keperluan internal adalah mng.4linux.com, it.4linux.com, dan db.4linux.com.

Instalasi BIND

Instalasi seperti biasa dengan apt-get.


Konfigurasi named.conf

Konfigurasi file zone sama dengan konfigurasi umum, tidak ada perbedaan. Implementasi split DNS ini hanya membutuhkan sedikit konfigurasi pada named.conf. Perlu kembali diingat bahwa masing-masing view tidak dapat berbagi zone. Walaupun semua zone mempunyai data yang sama untuk kedua view, kita tetap harus menyebutkan definisi zone tersebut dalam semua view yang ada.
Pertama kita harus memisahkan network mana saja yang boleh meresolve domain internal, kemudian kita kelompokkan pada view yang bersesuaian. Kita akan membuat dua buah view, yakni eksternal dan internal. View eksternal memuat data yang bisa dilihat oleh seluruh dunia, dan view internal memuat data yang dapat dilihat dari jaringan internal 4linux
Daftar alamat IP dan domain yang dimiliki oleh 4linux:
  • Nama domain: 4linux.com.
  • www: 110.138.78.75
  • mail: 110.138.78.76
  • ns: 110.138.78.77
  • mng: 192.168.1.5
  • it: 192.168.1.6
  • db: 192.168.1.7
Alamat-alamat di atas kita kelompokkan menjadi dua view:
  1. view eksternal: www, mail, ns - dapat diresolve oleh semua client internet(0.0.0.0/0).
  2. view Internal: semua yang ada di eksternal ditambah mng, it, dan db - hanya dapat diresolve oleh jaringan milik 4linux(192.168.1.0/24, 110.138.78.0/29).

Contoh konfigurasi pada file named.conf:
view "internal" {
 match-clients {
  192.168.1.0/24;
  110.138.78.0/29;
 };
 
 zone "." {
  type hint;
  file "/etc/bind/db.root";
 };
 
 zone "4linux.com" {
  type master;
  file "/etc/bind/4linux.com.int";
 };
};

view "eksternal" {
 match-clients {
  0.0.0.0/0;
 };

 zone "." {
  type hint;
  file "/etc/bind/db.root";
 };

 zone "4linux.com" {
  type master;
  file "/etc/bind/4linux.com.eks";
 };
};

Satu hal yang perlu diingat adalah saat ada query dari client, maka bind akan mencoba mencocokkan IP penanya dengan view(s) yang ada di dalamnya secara berurutan dari atas ke bawah. Oleh karena itu view yang mengandung network 0.0.0.0 harus dituliskan setelah view yang lainnya.
 

Konfigurasi zone file

Zone file yang kita buat pertama kali adalah yang digunakan untuk view "eksternal". Kemudian setelah itu kita dapat membuat sebuah file lagi untuk view "internal" yang isinya juga menyertakan file eksternal dengan menggunakan $INCLUDE.
File /etc/bind/4linux.com.eks:
@ IN SOA ns.4linux.com. admin.4linux.com. (
   23 7200 3600 604800 86400
  )
  IN NS  ns.4linux.com.
  IN MX 1 mail.4linux.com.
  IN A  110.138.78.75

$ORIGIN 4linux.com.
www  IN A 110.138.78.75
mail  IN A 110.138.78.76
ns  IN A 110.138.78.77
Kemudian file /etc/bind/4linux.com.int:
$INCLUDE "/etc/bind/4linux.com.eks"
mng  IN A 192.168.1.5
it        IN A 192.168.1.6
db  IN A 192.168.1.7
Dengan cara itu maka semua definisi yang berlaku untuk view eksternal berlaku juga untuk view internal. Selain dengan cara itu pembuatan file zone secara total juga bisa dilakukan. Dengan konsep yang sama kita juga bisa membuat sebuah domain yang berIP x.x.x.x bila dilihat dari jaringan x, namun berIP y.y.y.y bila dilihat dari jaringan y.
 
 

Minggu, 18 September 2011

Laporan VoIP (Voice Over Internet Protocol)

Diposting oleh Inge Yulensa Putri di 9/18/2011 03:23:00 PM 0 komentar
Voip Kel2 Ujingeyubifal 3 Tkj-A

Jumat, 12 Agustus 2011

Aplikasi-Aplikasi pada Server

Diposting oleh Inge Yulensa Putri di 8/12/2011 09:30:00 PM 2 komentar

Ini dia aplikasi-aplikasi pada server cekidot:


1. Telnet.

Program telnet menyediakan kemampuan untuk melakukan remote login. Dengan program ini, seorang pemakai pada suatu komputer dapat melakukan login (masuk) ke komputer lainnya dan bertindak seolah-olah ia berada langsung di depan komputer kedua yang dihubunginya. Akses dapat dilakukan dari jaringan manapun, asal pemakai mempunyai izin yang sah tidak peduli di network lokal atau sembarang network.


2. Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP)

adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.


3. Hypertext Transfer Protocol (HTTP)

adalah sebuah protokol jaringan lapisan aplikasi yang digunakan untuk sistem informasi terdistribusi, kolaboratif, dan menggunakan hipermedia.


4. File Transfer Protokol (FTP).

Disebut juga FTP. Memungkinkan suatu file pada suatu system komputer di-copy ke system lainnya. Pemakai tidak perlu login sebagai pemakai penuh seperti halnya telnet namun perlu izin akses (username, password dan IP). Apabila koneksi telah terjadi, FTP memungkinkan untuk meng-copy file dari remote komputer ke komputer lokal yang kita pakai.


5. Domain Name System (DNS)

adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan: Internet. DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima surat elektronik (email) untuk setiap domain.


6. Mail Server


7. Simple Mail Transfer Protocol.

Disebut juga SMTP. Digunakan untuk mentransfer electronic mail (e-mail). Saat menggunakan program e-mail, dibalik layar SMTP akan menghubungkan diri ke remote komputer dan mentransfer pesan e-mail seperti halnya program FTP mentransfer file namun kita tidak pernah menyadari kerja “siluman” (SMTP) tersebut.


8. Remote Procedure Call.

Disebut juga RPC. Suatu set fungsi yang memungkinkan suatu aplikasi untuk berkomunikasi ke komputer lain (server). RPC akan menyediakan fungsi pemrograman, kode return, variabel predefined untuk mendukung distributed computing.


9. User Datagram Protocol.

Disebut juga UDP. Protokol yang bersifat connectionless. UDP adalah kebalikan dari TCP yang berorientasi connection. UDP memang tidak handal tetapi ia di desain untuk tujuan khusus.


10. Transmission Control Protokol.

Disebut juga TCP. Protokol komunikasi yang menyediakan data transfer yang andal. TCP bertanggung jawab untuk mengatur dan menyusun (assembling) data yang dilewatikan dari lapisan (layer) aplikasi menjadi suatu paket standar dan memastikan bahwa data telah dikirim dengan benar.


11. Internet protokol.

Disebut juga IP. Bagian yang bertanggung jawab dalam memindahkan paket data yang telah di-assembling oleh TCP atau UDP (User datagram protocol) melalui network. IP menggunakan satu set address unik untuk setiap device yang ada pada network sehingga ia dapat menentukan dan menangani jalur perjalanan (route) dan alamat tujuan.


12. Domain Nname System.

Disebut juga DNS. Memungkinkan suatu komputer dengan nama umum dikonversi ke alamat network khusus. Sebagai contoh, suatu komputer dengan nama biasa komputer, tidak dapat diakses oleh komputer lain pada network yang sama atau network lainnya, jika tidak ada metode untuk memeriksa nama mesin lokal dan menggantinya dengan alamat fisik (hardware) mesin. DNS menyediakan konversi dari nama lokal ke alamat fisik dari suatu koneksi.


13. POP 3 Melayani transfer surat elektronik dari mail server ke mail user agent seperti : outlook express dan evolution.


14. Sistem Operasi merupakan program aplikasi yang berfungsi untuk menghidupkan perangkat keras computer dan sebagai penerjemah perintah pengguna ke bahasa mesin . Sehingga computer dapat memproses permintaan dari pengguna dan menampilkan ke bahasa yang dimengerti oleh pengguna.


Inilah hasil dari mbah google, kalo ada yang belum puas ke mbah google sendiri aja ye haha :D :D

Sumber:

http://pramayu10.blogspot.com/2011/08/aplikasi-pada-server.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Server

http://id.wikipedia.org/wiki/Dynamic_host_configuration_protocol

http://id.wikipedia.org/wiki/Domain_Name_System

http://id.wikipedia.org/wiki/Hypertext_Transfer_Protocol


 

Inge Yulensa Putri Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos